Survei: Delapan Partai Berpotensi Lolos ke Senayan

Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) membeberkan jajak pendapat elektabilitas pemilihan legislatif. Ada dinamika tingkat keterpilihan dari partai lama dan baru dalam survei tersebut.

“Berdasarkan temuan survei kami, ada 8 partai yang potensial lolos Senayan dan 2 partai yang di ambang lolos,” terang Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif’an, di Jakarta, 12 April 2019.

Sebanyak delapan partai yang berpotensi lolos parlementary treshold (PT) yakni PDI Perjuangan dengan suara 24,4 persen, Gerindra dengan 14 persen, Partai Golkar dengan 10,9 persen. Selain itu ada PKB 9,3 persen, Partai Demokrat 8,4 persen PKS 6,0 persen, dan Nasdem 5,9 persen serta PAN 4,7 persen.

Sementara dua partai yang diambang lolos adalah PPP dengan elektabilitas 3,3 persen dan Perindo 2,9 persen. Selain elektabilitas partai, ASI juga merilis survei elektabilitas capres-cawapres.

Berdasarkan simulasi kertas suara, elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf, berada pada angka 52,4 persen, sedangkan paslon no urut 02 Prabowo-Sandi 38,9 persen. Adapun yang belum menentukan pilihan 8,8 persen.

“Temuan survei kami, Jokowi-Ma’ruf masih unggul, di angka 52,4 persen, dan Prabowo-Sandi 38,9%,” tutur Ali Rif’an.

Survei ASI dilakukan pada 5-10 April 2019 dengan jumlah sampel 2100 responden dan margin of error kurang lebih 2,1% pada tingkat kepercayaan 95%. Survei yang dilakukan di 34 provinsi tersebut menggunakan metode Multistage Random Sampling.

Ali Rif’an mengatakan bahwa elektabilitas tersebut adalah data ketika survei dilakukan. Artinya, angka tersebut masih bisa bergeser hingga hari pencoblosan, tergantung isu apa dan gerakan apa yang berkembang selama beberapa hari menjelang pencoblosan.

“Survei itu merekam persepsi publik. Tentu persepsi publik bisa saja bergeser tergantung seberapa kuat isu dan gerakan yang ada menjelang hari pencoblosan,” tambah Ali Rif’an.

Menurutnya, paling tidak ada tiga isu yang mampu menggeser persepsi publik dengan cepat. Rinciannya yakni isu politik identitas, isu moralitas, dan isu korupsi.

“Kalau beberapa hari ke depan ada ledakan isu dan mobilisasi gerakan, kemungkinan suara masih bisa bergeser. Namun jika tidak ada, maka pemenang pilpres tidak akan jauh-jauh dari data survei yang ada saat ini,” tuturnya.

(ADN)

Sumber : https://m.medcom.id/pemilu/news-pemilu/aNrqErVK-survei-delapan-partai-berpotensi-lolos-ke-senayan[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Share this post