Survei ASI: Bantuan Internet Gratis Ringankan Beban Ekonomi

Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) merilis hasil survei Persepsi Publik terhadap Program Bantuan Kuota Internet Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Tahun 2020.

Secara umum, survei yang dilakukan ASI ini digelar untuk mengetahui pendapat publik secara nasional terhadap program bantuan kuota internet gratis yang digagas Kemendikbud.

Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia Ali Rif’an mengatakan sebagai sebuah kebijakan program subsidi kuota internet ini sempat menuai pro-kontra.

“Data survei menunjukkan, sebanyak 84,7 persen publik menilai bahwa program bantuan internet gratis merupakan langkah tepat dalam menjawab sense of crisis di tengah wabah korona (Covid-19), sementara 13,7 persen tidak. Sisanya 1,6 persen mengaku tidak tahu/tidak jawab,” demikian hasil survei yang dikutip Redaksi, Jumat (16/10).

Sementara itu, sebanyak 85,6 persen publik menilai bahwa program bantuan internet gratis meringankan beban ekonomi orang tua pelajar/mahasiswa dalam membeli paket internet, sementara 13,6 persen tidak. Sisanya 0,8 persen mengaku tidak tahu/tidak jawab.

“Sebanyak 63,2 persen publik juga mengaku puas dengan kinerja Pusdatin Kemendikbud RI dalam menyalurkan bantuan kuota internet, sementara 32,1 persen mengaku tidak puas. Sisanya 4,7 persen mengaku tidak tahu/tidak jawab,” sambung Ali Rif’an.

Adapun terkait platform belajar yang paling sering digunakan, Google Clasroom (26,1 persen), Ruangguru (17,1 persen), Rumah Belajar (15,2 persen) menempati posisi tiga besar, disusul kemudian Ayobelajar (8,1 persen), Zenius (6,5 persen), Duolingo (3,3 persen), Udemy (3,3 persen), Birru (3,3 persen), Sekolah.Mu (3,2 persen), Eduda System (2,2 persen), Edmodo (2,2 persen), Bahaso (1,2 persen), Aminin (1,2 persen), dan lainnya 2,0 persen. Sisanya 5,1 persen mengaku tidak tahu/tidak jawab.

Terkait penggunaan media video call dalam pembelajaran daring, mayoritas publik menggunakan aplikasi Zoom (57,2 persen), disusul Google Meet (18,5 persen), Cisco Webex (8,3 persen), U Meet Me (5,0 persen), Microsoft Teams (2,0 persen). Sisanya 6,9 persen TT/TJ.

Untuk diketahui survei dilakukan di 34 provinsi di Indonesia dengan menggunakan metode multistage random sampling. Adapun jumlah responden dalam survei ini terdapat 1000 responden dengan margin of error +/- 3.10 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei ini dilakukan sejak tanggal 7 hingga 11 Oktober.

Para responden yang merupakan mahasiswa atau sederajat dan mendapatkan pelatihan secara intensif di setiap pelaksanaan survei diwawancarai melalui kontak telepon menggunakan kuesioner.

Validasi data sampel dilakukan dengan membandingkan karakteristik demografis dari sampel yang diperoleh dari survei dengan populasi yang diperoleh melalui data sensus BPS terakhir.

Sumber : https://politik.rmol.id/read/2020/10/16/456904/Survei-ASI:-Bantuan-Internet-Gratis-Ringankan-Beban-Ekonomi

Share this post