Masyarakat Puas dengan Kinerja Jokowi, Kabinet Tidak

KBRN, Jakarta: Mayoritas masyarakat tidak puas dengan kinerja para menteri di kabinet. Mereka hanya puas dengan kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. 

Direktur lembaga survei Arus Survei Indonesia (ASI) Ali Rif’an menjelaskan, hal itu berdasarkan hasil jajak pendapat yang dilakukan pada tanggal 9 Juni sampai 12 Juni 2020 lalu. Dari 1.000 responden yang tersebar di 34 provinsi, sebanyak 67.4 persen mengaku puas dan cukup puas dengan kinerja Jokowi-Ma’ruf. Kemudian 25.3 persen di antaranya mengaku tidak puas, serta 7.3 persen mengaku tidak tahu atau tidak menjawab. 

“Artinya, secara umum publik mempersepsikan kinerja pemerintahan Jokowi-Maruf Amin baik mengingat angkanya di atas 50 persen,” jelasnya melalui keterangan tertulis, Jumat (19/6/2020).

Survei ASI juga menemukan publik puas dengan berbagai bidang dalam pemerintahan. Misalkan sebanyak 74.8 persen yang mengaku puas di bidang keamanan, pendidikan 73.3 persen, kesehatan 72.0 persen, ekonomi 66.2 persen, politik 64.1 persen, dan hukum sebanyak 61.6 persen.

Terkait hasil tersebut, Ali Rif’an menerangkan, tingginya kepuasan publik di bidang keamanan tak bisa dilepaskan dari peran lembaga terkait yang dalam beberapa bulan terakhir mampu mengatasi situasi keamanan nasional di tengah pandemik Covid-19.

“Sedangkan rendahnya kepuasan publik terhadap Bidang Hukum sangat dipengaruhi oleh dinamika politik belakangan,” tambahnya.

Meski tingkat kepuasan terhadap Jokowi-Ma’ruf dan beberapa bidang pemerintahan tergolong tinggi, ternyata mayoritas publik tak puas dengan kinerja para menteri.

“Rata-rata di bawah 50 persen,” ungkapnya.

Ditekankan Ali Rif’an, rendahnya tingkat kepuasan publik tersebut bisa menjadi catatan evaluasi bagi Presiden Jokowi untuk meninjau kembali kinerja para pembantunya.

Apalagi, tambahnya, masih berdasarkan hasil survei ASI, sebanyak 75.6 persen responden yang mengaku setuju jika Jokowi melakukan perombakan atau reshuffle kabinet. Hanya 16.9 persen yang mengaku tidak setuju.

Perlu diketahui, survei ini dilakukan dengan mewawancara responden melalui telepon dengan menggunakan kuisioner. Adapun metode penarikan sampel dilakukan dengan cara multistage random sampling. Besaran margin of error dari survei ini kurang lebih 3.1 persen. Sementara itu tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen.

Sumber : https://rri.co.id/humaniora/info-publik/854827/masyarakat-puas-dengan-kinerja-jokowi-kabinet-tidak?utm_source=whatsapp&utm_medium=external_link&utm_campaign=General%20Campaign

Share this post